Free Essay

Kedisiplinan

In:

Submitted By eenthan
Words 1189
Pages 5
BAB 3
PEMBAHASAN

3.1 Pembahasan
3.1.1 Wewenang manager terhadap anak buah manager lainnya
Teori manajemen tradisional menitikberatkan pada bagaimana para pegawai/karyawan untuk mematuhi/mengikuti langkah-langkah yang sudah ditetapkan bagi pelaksanaan pekerjaan mereka. Para bawahan tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan kreatifitas, kemandirian, melainkan hanya dilatih untuk menjadi setia dan loyal. Dalam hal ini, bawahan harus loyal terhadap atasan langsung di atasnya. Menjalankan segala tugas dan perintah atasan dan disiplin dalam bekerja. Hal ini yang kemudian akan berkaitan dengan wewenang seorang manager terhadap bawahannya.

Wewenang sendiri dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki arti suatu kekuasaan untuk membuat keputusan atau hak mengambil keputusan. Secara lebih lengkap, wewenang bisa diartikan sebagai hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu.

Didalam wewenang terdapat beberapa unsur, yaitu:
• Wewenang ditanamkan pada posisi seseorang. Seseorang memiliki wewenang karena posisi yang ia miliki, bukan karena karakteristik pribadinya.
• Wewenang tersebut diterima oleh bawahan. Individu pada posisi wewenang yang sah melaksanakan wewenang dan dipatuhi bawahan karena dia memiliki hak yang sah.
• Wewenang digunakan secara vertikal. Wewenang mengalir dari atas ke bawah mengikuti hierarki organisasi.

Biasanya seseorang memiliki wewenang karena dia memiliki suatu posisi di dalam suatu organisasi. Dalam kasus ini, contohnya adalah manager. Karena manager memiliki wewenang sudah seharusnya seorang bawahan harus mematuhi perintah managernya karena posisi manager tersebut telah memberikan wewenang untuk memerintah secara sah. Tetapi seorang manager juga harus memiliki tanggung jawab terhadap wewenang yang ia miliki. Selain itu, seorang manager juga harus memiliki hubungan yang baik dengan para bawahannya.

Untuk meningkatkan motivasi kerja para bawahannya, adakalanya seorang manager dapat bersifat keras, yaitu dengan cara memaksakan tenaga kerja untuk bekerja keras atau dengan memberikan ancaman, contohnya dengan cara menegakan disiplin kerja sehingga menuntut bawahan agar datang tepat pada waktunya dan juga menuntut bawahan untuk terus melaksanakan tugas mereka sampai berakhirnya jam kerja. Dan mengancam akan menghukum mereka apabila mereka untuk kesekian kalinya tidak datang tepat pada waktunya atau yang tampak malas pada pekerjaan mereka. Selain dengan bersikap keras, seorang manager juga dapat memeberikan tujuan yang bermakna bagi para bawahannya.

Pada umumnya sasaran tenaga kerja yang ingin dicapai dengan bekerja pada suatu perusahaan berjumlah lebih dari satu, itu sebabnya atasan perlu mengenali sasaran-sasaran yang bernilai tinggi dari bawahannya agar dapat membantu bawahan untuk mencapainya dan dengan demikian atasan dapat memotivasi bawahannya.

Apabila ada seorang karyawan yang tidak melaksanakan tugas dengan baik, maka manager tentunya mempunyai wewenang untuk menegur karyawan tersebut sesuai dengan garis wewenangnya (garis vertikal), yaitu wewenang yang langsung diterima oleh bawahan. Individu pada posisi wewenang yang sah melaksanakan wewenang dan dipatuhi bawahan karena dia memiliki hak yang sah. Sehingga dalam kasus ini seorang manajer tidak etis kalau langsung menegur bawahan dari manajer divisi lain. Karena tidak sepantasnya seorang dari manager lain mengikut campuri urusan dari salah satu bahawan di divisi lain tersebut yang bukan merupakan wilayah wewenangnya. Seharusnya seorang manager tersebut tidak perlu menegur langsung kepada bawahan tersebut tetapi akan lebih baiknya jika manager tersebut membicarakan terlebih dahulu dengan manager SDM tersebut.

Dalam menegur karyawannya, ada beberapa etika yang harus diperhatikan. Cara menegur yang baik akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Pertama, perlu dipahami bahwa anda tidak bisa menegur karyawan yang melakukan kesalahan jika anda tidak bersedia memberi tahu kepada karyawan bagaimana cara mereka melakukan sesuatu. Dan itu harus anda katakan dengan tegas. Jika anda telah menunjukkan kepada karyawan sasaran dan bagaimana mencapainya, maka ketika terjadi kesalahan, anda berwenang untuk memberikan teguran.
2. Kedua, ketika terjadi kesalahan anda harus memberikan teguran dengan segera. Ini adalah kunci utama dari teguran satu menit. Dengan demikian, teguran dapat berlaku sebagai umpan balik bagi pendisiplinan. Kebanyakan manajer memendam teguran sehingga menumpuk-numpuk perasaan negatif dalam diri mereka. Pada waktunya mereka akan meledakkan kemarahan dan mengatakan pada karyawan bahwa mereka melakukan kesalahan sekian lama. Ini tentu tidak adil. Semestinya teguran diberikan sesuai dengan relevansi perilaku yang ingin ditegur.
3. Ketiga, isi teguran haruslah spesifik pada apa yang ingin ditegur.
Dan, keempat, jangan sekali-kali menyerang secara pribadi. Dengan tidak mengusik harga diri, maka karyawan tidak perlu lagi mencari-cari dalih untuk mengobati perasaan harga diri yang terluka. Sekali lagi, teguran haruslah bersifat umpan balik atas perilaku bukan perasaan sebagai manusia. Tujuan terutama dari teguran satu menit adalah menyingkirkan perilaku yang keliru dan menjaga pribadi karyawan. Dengan kata lain, perilaku yang salah, namun pribadi mereka tetap utuh. Itu berarti, bahwa manajer satu menit menegur dahulu, kemudian memberikan “pujian” atau dukungan atas pribadi mereka.
4. Manajer bersikap keras terlebih dahulu, baru kemudian “menyenangkan”. Karena yang dipersalahkan adalah perilaku dan ditunjukkan secara spesifik, maka tidak perlu ada tindakan mencari-cari kesalahan. Di lain pihak, bagi karyawan tidak perlu mencari-cari pembelaan diri. Oleh karena itu teguran dapat bersifat jujur dan tulus.
5. Teguran harus dilanjutkan dengan kepedulian anda akan kesejahteraan pribadi karyawan. Manajer satu menit tidak segan untuk memberikan sentuhan untuk menegaskan bahwa mereka benar-benar tulus akan teguran itu, dan tidak ada prasangka terpendam kecuali keinginan untuk meraih sesuatu yang lebih baik.
6. Terakhir, bila teguran telah diberikan, maka harus disadari bahwa teguran itu telah selesai. Manajer satu menit tidak memperpanjang teguran-teguran. Teguran hanya pantas diberikan tidak lebih dari 30 detik. Setelah itu mereka tidak akan mengungkit-ungkitnya.

3.1.2 Hubungan kedisiplinan dengan job description dan faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin kerja
Kedisiplinan atau disiplin kerja merupakan bentuk pengendalian diri karyawan, pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan team kerja di dalam sebuah organisasi, dimana tindakan disipliner menuntut suatu hukuman terhadap karyawan yang gagal memenuhi standar-standar yang ditentukan. Dan para karyawan yang tidak beraksi secara terang-terangan terhadap tindakan-tindakan disiplin yang tidak dapal dibenarkan, maka moral karyawan kemungkinan merosot, yang secara negatif akan mempengaruhi jalannya organisasi, hal ini disebabkan karena:
1. Terdapat disiplin manajerial di mana segala sesuatu tergantung pada pimpinan dari permulaan hingga akhir.
2. Terdapat disiplin tim dimana kesempurnaan kinerja bermuara dari saling ketergantungan satu sama lain dan saling ketergantungan ini berasal dari suatu komitmen oleh setiap anggota terhadap keseluruhan organisasi, kegagalan seseorang akan menjadi kebutuhan semua orang.
3. Terdapat disiplin diri (self discipline) dimana pelaksana tunggal semua tergantung pelatihan, ketangkasan dan kendali diri.

Dari uraian di atas ini berarti bahwa setiap karyawan yang telah melakukan disiplin kerja maka akan melaksanakan setiap tugas yang diberikan oleh atasannya. Dengan kata lain bahwa seorang karyawan yang disiplin maka secara otomatis dia akan melaksanakan job descriptionnya dengan benar. Ketergantungan terhadap keseluruhan organisasi akan memotivasi karyawan dengan disiplin kerja yang tinggi untuk selalu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik dan akan selalu berusaha melakukan usaha sesuai dengan kemampuannya dan selalu berusaha memberikan yang terbaik.

Kedisiplinan kerja karyawan akan dipengaruhi pada beberapa faktor, yaitu:
1. Kemampuan karyawan
Kedisplinan seorang karyawan dipengaruhi oleh kemampuan seorang karyawan karena seorang karyawan yang tidak cukup cakap menjalankan tugas yang diberikan oleh atasannya tidak akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
2. Teladan pimpinan
Seorang pemimpin yang baik harus memberikan teladan yang baik pula terhadap bawahannya apabila ia menginginkan bawahannya menjadi disiplin.
3. Balas jasa dan kesejahteraan.
Ketika seorang karyawan telah melaksanakan segala sesuatunya dengan benar dan disiplin kerja yang tinggi, karyawan akan mengharapkan imbalan kerja yang setimpal dari hasil usahanya. Sehingga para manager hendaknya juga memberikan apresiasi atas usaha yang dilakukan oleh bawahannya.

Similar Documents

Free Essay

Penerapan “Hr from the Outside in” Bagi Kemajuan Organisasi Olahraga Pbsi

...sorotan, tanpa terkecuali cabang bulu tangkis dan organisasi kepengurusannya, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Sayangnya, bukan prestasi membanggakan yang membuatnya menjadi sorotan melainkan merosotnya prestasi para atlet dan buruknya kinerja manajemen PBSI. Siapa sajakah yang berperan penting dalam mengelola sebuah organisasi keolahragaan? Kita mengenal beberapa komponen, diantaranya: manajer, pelatih dan program pelatihan, atlet/ pemain, sarana dan prasarana, pendanaan dan masyarakat. Sampai saat ini, banyak keluhan yang disebabkan oleh banyaknya pihak yang kurang kompeten masuk dalam jajaran manajemen PBSI, tumpang tindihnya wewenang, kurang maksimalnya program pelatihan, kurangnya kesejahteraan atlet, lemahnya kedisiplinan, dan sebagainya. Hal-hal tersebut adalah sebagian dari sekian banyak masalah yang kini dihadapi dunia bulu tangkis Indonesia dan PBSI. Menggerakkan organisasi keolahragaan, tidak kalah seriusnya dengan menjalankan organisasi bisnis maupun pemerintahan. Di dalamnya diperlukan kompetensi dan pengetahuan tentang bagaimana mengelola sumber daya terutama sumber daya manusia. Salah satu kelemahan manajemen organisasi keolahragaan Indonesia terletak pada kurang berkembangnya pengelolaan sumber daya tersebut sehingga organisasi menjadi kurang kompetitif. Strategi tidak hanya perlu diterapkan pada pertandingan olahraga saja, melainkan juga pada pengelolaan organisasinya. Selayaknya strategi organisasi diselaraskan dengan tujuan para...

Words: 443 - Pages: 2

Free Essay

Business

...Mayo Diet Sebelumnya di bawah ini ada beberapa kebiasaan yang membuat kamu gagal berdiet: 1. Mengurangi jumlah makan,bukan porsi makan Hal ini sering kali di lakukan oleh para pelaku diet,dengan melewati salah satu jam makan seperti makan pagi atau makan malam.Padahal makan pagi penting sebagai energi utama untuk melakukan aktivitas sepanjang harridan menghindari konsumsi gula atau lemak berlebihan di saat lapar.Lagipula makan secara teratur( 3 kali sehari)akan meningkatkan metabolisme tubuh yang membantu mengurangi berat badan karena proses pembakaran lemakdan kalori lebih mudah.Hal ini berbanding terbalik saat tubuh dalam keadaan lapar,di mana metabolisme secara alami akan turun. 2. Mengkonsusmsi satu kelompok makanan tertentu Dit yang menganjurkan untuk tidak makan kabohidrat atau lemak sama sekali,dan hanya mengkonsumsi buah dan sayur saja tidak baik untuk kesehatan,karena kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral tidak akan tercukupi,terutama usia remaja.Tubuh masih memputuhkan asupan kalori dan nutrisi seimbang untuk menjaga kesehatan.Pilih makanan yg rendah lemak daripada tidak makan lemak sama sekali. 3. Konsumsi kalori terlalu rendah Untuk perempuan,tubuh memerlukan sekitar 2000 kalori setiap harinya,sedangkan laki-laki membutuhkan sekitar 2500 kalori.Apabila kalori yang masuk di batasi hingga sekitar 1000 kalori atau bahkan kurang.justru akan menyebabkan metabolisme tubuh dan mengalami anemia. 4. Tidak olahraga Padahal olahraga dapat meningkatkan...

Words: 924 - Pages: 4

Free Essay

Jurnal Pengalaman Kerja

...JURNAL PENGALAMAN KERJA SEBAGAI TATA USAHA Maria Wenny Purnomo / 6118041 Etika Profesi Program Multimedia Jurusan Informatika Fakultas Teknik Universitas Surabaya BAGIAN 1 : PENGANTAR LATAR BELAKANG Magang sebagai karyawan tata usaha merupakan salah satu kewajiban untuk memperoleh inilai tugas mata kuliah etika profesi di Universitas Surabaya (UBAYA). Magang sebagai karyawan tata usaha telah dilakukan sebanyak lima kali dalam waktu kurang dari satu semester. Aktivitas di ruang tata usaha berlangsung sejak pukul 07.00 – 15.45 WIB. Setiap satu shift karyawan magang, akan bekerja selama 3 SKS (165 menit). Jurnal ini juga disusun sebagai bahan pengamatan siklus kerja yang terjadi di dalam ruang tata usaha fakultas teknik UBAYA. Dengan adanya evaluasi pengamatan ini, diharapkan sistem kerja di ruang tata usaha menjadi lebih baik dari sebelumnya. ‘ TUJUAN  Memenuhi tugas mata kuliah etika profesi multimedia.  Evaluasi dan perbaikan sistem kerja tata usaha fakultas teknik UBAYA. BAGAN 2 : HASIL PENGAMATAN Selama magang di tata usaha fakultas teknik, ketelitian dan fokus merupakan dua pokok yang harus ada. Apabila dari pihak tata usaha memberikan informasi yang salah, baik kepada dosen maupun mahasiswa, maka jadwal perkuliahan bisa saja berantakan. Telah dilakukan proses magang kerja di tata usaha fakultas teknik Universitas Surabaya dengan keterangan lengkap sebagai berikut : NO 1 2 3 HARI, TANGGAL Selasa, 11 Maret 2014 WAKTU 07.00...

Words: 1051 - Pages: 5

Free Essay

Pengaruh Motivasi X Dan Y Terhadap Kinerja Dan Kepuasan Kerja Karyawan Pada Pt Danone Dairy Indonesia (Ddi) Dan Perusahaan Lain

...PENGARUH MOTIVASI X DAN Y TERHADAP KINERJA DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT DANONE DAIRY INDONESIA (DDI) DAN PERUSAHAAN LAIN Oleh ARDINA PUSPITASARI P056132121.51 MAGISTER MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2014 I. PENDAHULUAN 2.1 Latar Belakang Karyawan adalah salah satu aset perusahaan yang sangat penting. Karyawan memiliki peranan sebagai perencana, pelaksana, dan pengendali dalam mencapai tujuan perusahaan. Karyawan dalam menjalankan tugasnya lebih dikenal dengan istilah kinerja karyawan yang dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan mencapai tujuan perusahaan. Kinerja karyawan dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu motivasi, prestasi, kepuasan, dan kecintaan terhadap pekerjaan tersebut. Motivasi menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam kinerja karyawan. Motivasi memainkan peranan penting dalam pencapaian tujuan perusahaan. Apabila karyawan termotivasi kuat dalam bekerja maka akan berdampak baik bagi perusahaan sehingga dapat mencapai tujuannya, sedangkan jika karyawan kurang termotivasi maka akan menurunkan kinerja dan berdampak buruk bagi perusahaan karena tidak tercapainya tujuan. Hal ini harus diperhatikan oleh seorang pemimpin dalam memimpin karyawannya sehingga tercapainya tujuan perusahaan. Motivasi adalah alat pembangkit, penguat, dan penggerak seorang karyawan untuk mencapai tujuan akhir yang lebih baik (Nasution 2000 dalam Fitri 2012). Motivasi adalah dorongan untuk berbuat sesuatu dalam memenuhi kebutuhan. Pencapaian...

Words: 3234 - Pages: 13

Free Essay

Reserch

...BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada zaman serba instan ini, kebutuhan akan jasa pencucian pakaian cepat, bersih dan rapi mulai memegang peran penting di masyarakat, terutama di musim penghujan, ketika kebanyakan rumah tangga akan sangat sulit untuk mencuci dan menjemur di saat jarang terdapat matahari. Kualitas pelayanan yang baik dari suatu usaha pencucian pakaian atau laundry merupakan hal paling utama dalam memberikan kepuasan kepada konsumen. Kualitas pelayanan yang baik juga dapat memberikan citra yang baik pada usaha laundry. Kualitas pelayanan dapat dilihat dari dimensi kehandalan, keresponsifan, jaminan, empati dan berwujud. Dalam bidang pemasaran, pengembangan suatu produk jasa sangatlah penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Jasa pada dasarnya bersifat tidak berwujud, maka setiap orang yang mengkonsumsinya memiliki pengalaman yang berbeda-beda terhadap produk yang sama. Untuk itulah kualitas jasa pelayanan harus menjadi hal yang terpenting karena kualitas sangatlah mempengaruhi terhadap kepuasan pelayanan konsumen. Sahabat Laundry adalah usaha yang bergerak dalam bidang jasa laundry atau mencuci pakaian. Usaha sahabat laundry ini pun didirikan pada 8 mei 2012. Walaupun sahabat laundry baru berdiri selama 2 tahun tetapi sudah banyak yang menjadi konsumen tetap sahabat laundry. Produk yang ditawarkan oleh usaha ini berupa jasa mencuci pakaian, pengeringan pakaian dan menyetrika pakaian. Sebelum usaha ini didirikan, telah dilakukan penelitian...

Words: 8738 - Pages: 35

Free Essay

Aasfdfdgg

...Sebagai suatu negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan hukum, dan menyelenggarakan pemerintahan negara berdasarkan konstitusi, sistem pengelolaan keuangan negara harus didasarkan pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku sesuai dengan aturan pokok yang ditetapkan dalam Undang-undang Dasar 1945. Dalam rangka memenuhi kewajiban konstitusional yang damanatkan oleh Undang-undang Dasar 1945 dan sebagai upaya menghilangkan penyimpangan terhadap keuangan negara serta guna mewujudkan sistem pengelolaan keuangan negara yang berkesinambungan, professional, terbuka, dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, sesuai dengan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam Undang-undang dan asas-asas umum yang berlaku secara universal dalam penyelenggaraan pemerintahan negara maka sejak tanggal 5 April 2003 telah diundangkan UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Undang-undang keuangan negara ini merupakan tonggak reformasi pegelolaan keuangan negara di Indonesia, karena memberikan perubahan mendasar dalam ketentuan keuangan negara, dimulai dari pengertian dan ruang lingkup keuangan negara, asas-asas umum pengelolaan keuangan negara, kedudukan Presiden sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara, pendelegasian kekuasaan Presiden kepada Menteri Keuangan dan Menteri/Pimpinan Lembaga, susunan APBN dan APBD, ketentuan mengenai penyusunan dan penetapan APBN dan APBD, pengaturan hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan bank sentral, pemerintah daerah...

Words: 2599 - Pages: 11

Free Essay

360degree Feedback

...BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sangatlah memungkinkan bagi suatu perusahaan untuk dapat lebih meningkatkan sumber daya manusianya serta pemanfaatan sumber daya manusia untuk mendapatkan hasil dari pencapaian suatu tujuan. Pencapaian tujuan ini tidak selalu dapat berjalan dengan lancar. Karena itu pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kegiatan usaha, disamping memberikan hasil yang positif, juga dapat menimbulkan hasil yang merugikan. Dengan adanya pembagian kerja secara spesialisasi misalnya, akan memungkinkan terjadinya peningkatan hasil, baik kualitas maupun kuantitas. Kinerja kerja pegawai dalam bekerja dapat menurun. Hal ini disebabkan oleh kebosanan, kurangnya kesadaran arti pentingnya memahami manusia, serta adanya kecenderungan menganggap manusia sebagai mesin. Hal-hal mengenai sumber daya manusia seperti inilah yang memerlukan perhatian dan pemikiran yang sungguh-sungguh, agar diperoleh suatu cara yang terbaik dalam mengatasinya. Setiap perusahaan, baik perusahaan negara maupun perusahaan swasta, perusahaan besar maupun perusahaan kecil, akan selalu berusaha agar para karyawan yang dipekerjakan pada perusahaan tersebut memiliki kepuasan kerja yang tinggi. Kepuasan kerja karyawan dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti lingkungan tempat karyawan tersebut bekerja, rekan kerja yang mendukung serta kenyamanan yang diberikan perusahaan kepada karyawannya. Dengan demikian...

Words: 17308 - Pages: 70

Free Essay

6 Strategi Analisis

...Ada 6 analisis strategi perusahaan/organisasi di dalam usaha mencapai goal-nya masing-masing. Berikut penjelasan mengenai strategi perusahaan tersebut. 1. Analisis SWOT Analisis SWOT adalah suatu bentuk analisis di dalam manajemen perusahaan atau di dalam organisasi yang secara sistematis dapat membantu dalam usaha penyusunan suatu rencana yang matang untuk mencapai tujuan, baik itu tujuan jangka pendek maupun tujuan jangkan panjang. Analisis SWOT merupakan sebuah analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi perusahaan yang sedang dihadapi. • Strength (S) yaitu analisis kekuatan, situasi dan kondisi yang merupakan kekuatan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini.  Yang perlu di lakukan di dalam analisis ini adalah setiap perusahaan atau organisasi perlu menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan di bandingkan dengan para pesaingnya. Misalnya jika kekuatan perusahaan tersebut unggul di dalam teknologinya, maka keunggulan itu dapat dimanfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan juga kualitas yang lebih maju. • Weaknesses (W) yaitu analisis kelemahan, situasi dan kondisi yang merupakan kelemahan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Merupakan cara menganalisis kelemahan di dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi yang menjadi kendala yang serius dalam kemajuan suatu perusahaan atau organisasi. • Opportunity (O) yaitu analisis peluang, situasi dan kondisi yang merupakan peluang...

Words: 2622 - Pages: 11

Free Essay

Laporan Magang

...LAPORAN KELOMPOK MAGANG KEAHLIAN BPJS KESEHATAN KABUPATEN KERINCI Oleh: Nevita Dolla Ariesty 1109362 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2015 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Magang Keahlian Praktek Magang Keahlian merupakan kegiatan kurikuler yang dikemas dalam sebuah mata kuliah yaitu Magang Keahlian. Magang keahlian adalah suatu bentuk proses pembelajaran mahasiswa yang mendukung program pendidikan di FE UNP dan program teknis praktis yang ditemukan di lapangan. Penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematis dan sinkron antara program pendidikan di FE UNP dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan pengalaman langsung di dunia kerja yang mengarah kepada pencapaian tingkat keahlian profesional tertentu. Dalam mata kuliah ini kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara langsung di dunia kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keahlian praktis yang sesuai dengan situasi dan kondisi kerja nyata (riil) yang tidak diperoleh di perguruan tinggi sehingga mahasiswa diharapkan lebih memahami dan memiliki keterampilan dalam suatu disiplin ilmu. Hasil dari kegiatan magangkeahlian ini akan menjadi salah satu syarat bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikannya di FE UNP dan aspek penentu bagi keberhasilan mereka di dunia kerja setelah lulus. Setiap mahasiswa FE UNP wajib mengikuti magang keahlian yang pelaksanaannya langsung di perusahaan atau di instansi pemerintah. Magang...

Words: 3336 - Pages: 14

Free Essay

Control Management

...Modul Belajar: Sistem Pengendalian Manajemen (Management Control Systems) (Anthony and Govindarajan,12th Ed) Disusun oleh Bambang Kesit Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Jogjakarta, 2013 Kata Pengantar Modul ini disusun untuk membantu mahasiswa mempelajari Sistem Pengen-dalian Manajemen (SPM) sehingga mahasiswa mudah memahami dan mengerti materi SPM. Pemahaman terhadap Mata Kuliah (MK) SPM ini sangat penting bagi mahasiswa sejak mengambil MK ini karena SPM ini salah satu MK yang diujikan pada ujian komprehensif. Selama ini, sering dijumpai mahasiswa meskipun telah mengambil dan lulus MK SPM ini namun ketika ujian komprehensif banyak tidak menguasai dan lulus ujian. Modul ini terdiri dari Pengertian Sistem Pengendalian Manajemen, Goal Congruence, Pusat Pertanggungjawaban, Harga Transfer, Penyusunan Anggaran, Evaluasi Kinerja, dan slide perkuliahan. Modul ini masih sangat sederhana, semoga diwaktu mendatang bisa lebih disempurnakan. Terima kasih. Bab 1 Sistem Pengendalian Manajemen Sistem merupakan suatu cara tertentu yang dilakukan berulang-ulang untuk melaksanakan sesuatu atau sekelompok aktivitas. Pengendalian adalah proses penetapan standar agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. • Elemen-elemen Sistem Pengendalian 1...

Words: 3956 - Pages: 16

Free Essay

Old Town Marketing Plan

...BERBAGAI KELEMAHAN DAN KELEBIHAN KODE ETIK SEBAGAI PANDUAN MORAL PEKERJA MEDIA Oleh : Rekno Sulandjari Abstract Most professions – and fields with pretensions to professionalism – have a code of ethics. Indeed, one of the hallmarks of aproffessions as distinct from an occupation or a trade is that it has an ethical code, often with teeth to enforce it. Some of these codes are primarily for the benefit of practitioners in the professions. Its focus on such things as economics and control over entrance to the fields and its practise. Codes may also be public relations exercise, intended to make customers or the general public look more favorable on the professions. Finally, codes can also form a useful set of guidelines for practitioners, with the best interest of the public – the professions’s customers – at heart. Key words: occupation, trade and guidelines BAB I PENDAHULUAN Semua prtofesi-dan cabang pekerjaan yang menginginkan profesionalisme – memiliki kode etik. Beberapa kode ini utamanya memberikan keuntungan bagi individu sebagai anggota masyarakat dan beraktivitas di bidang pekerjaan tertentu juga bagi praktisi yang profesional di bidangnya, yang memberikan sebuah bentuk aturan yang gunanya memandu para praktisi yang banyak menghubungkan dengan publik. Bagi beberapa orang, aturan-aturan formal sangat diperlukan sebagai tanda bagi profesi yang diakui keberadaannya, bagi yang lain aturan-aturan bernilai membatasi hubungan yang saling menaklukkan atau...

Words: 6465 - Pages: 26

Free Essay

Individu, Kelompok, Dan Masyarakat

...Daftar Isi Pengantar........................................................................................................................2 Otak................................................................................................................................3 Perbedaan Individu.........................................................................................................7 Kelompok.....................................................................................................................19 Komunikasi..................................................................................................................22 Masyarakat...................................................................................................................25 Kebudayaan..................................................................................................................29 Kesimpulan...................................................................................................................37 Pengantar Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling mulia. Tuhan memberikan otak dan hati nurani kepada manusia agar manusia dapat berpikir dan memutuskan sendiri apa yang baik dan tidak baik. Otak manusia memiliki cara kerja yang berbeda-beda sehingga menghasilkan individu dengan karakter dan kemampuan yang berbeda-beda pula. Dengan segala keragaman dan perbedaannya, manusia yang pada hakikatnya adalah mahluk sosial membentuk kelompok...

Words: 7695 - Pages: 31

Free Essay

Sistem Informasi Manajemen

...Aplikasi Bisnis Fungsional Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Dosen: Disusun oleh: Magister Akuntansi 2015 1. Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen (SIM) Konsep ini menuntut suatu kajian dari beberapa konsep atau gabungan konsep yang menjembatani konsep secara keseluruhan. Konsep tersebut meliputi: a) Konsep sistem Sistem berasal dari bahasa Latin systēma atau bahasa Yunani sustēma yang berarti suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak. Menurut John Mc Manama (2012), sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efisien. Karekteristik Sistem Jogianto (2012) dalam bukunya mengemukakan sistem mempunyai karekteristik atau sifat-sifat tertentu, yakni : 1). Komponen Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. 2). Batasan sistem. Batasan sistem (boundary)...

Words: 9697 - Pages: 39

Free Essay

Yeeah

...MUSYAWARAh BESAR iv KELUARGA MAHASISWA INSITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA Dari km its Oleh km its Untuk km its Villa nusantara tretes, 25-30 juni 2011 Pusdiklat hanudnas surabaya, 9-11 september 2011 Musyawarah Besar IV Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Penyusun : Tim Ad Hoc MUBES IV KM ITS (Juan Pandu, M Abdurrochman, M Solikhudin Z, Fanny Ristantono, M Nurman Febrian, Moch. Novian D, Rahmi Agustina, Abdi Sukmono, Firstian Rubyarto, Aulia Nur V, Helmy Yunan I, Rionda Bramanta K, Rizki Ade, Akhlis Fitanto, Mirba H. D. S., Ari Cipto) Editor : Adi Rano, Desy Gitapratama, Putra Tanujaya, A. Rifqi Rosyadi, Ken Widyaningtyas Hutomo Sampul Depan : Ken Widyaningtyas Hutomo Cetakan Pertama : Februari 2012 . . . Almamaterku, kan ku turut bimbinganmu jadi pejuang yang takkan kenal letih membangun negeri . . . MUSYAWARAH BESAR IV MAHASISWA ITS KATA PENGANTAR Akhirnya setelah penantian yang sangat panjang dan berlarut akhirnya terbit juga buku MUBES IV. Terima kasih sebanyak-banyaknya untuk Badan Eksekutif Mahasiswa mulai dari jaman mas Detak, mas Nurcholis, mas Aris, dan mas Ersyad yang sudah menggagas dan memberikan „PR turunan‟ akan diadakannya MUBES IV ITS dan akhirnya berhasil terlaksana di periode BEM ITS yang digawangi oleh mas Dalu. Selain itu terima kasih juga untuk tim FKHM3 (Forum Kajian Hasil Mubes III) yang sudah mengkaji KDKM MUBES III sebelum-sebelumnya, Tim Pemandu LKMM TM...

Words: 17730 - Pages: 71

Free Essay

Penjaskes 1sd

...i ii Hak Cipta buku ini pada Kementerian Pendidikan Nasional. Dilindungi Undang-undang. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Untuk SD/MI Kelas I Penyusun Penelaah Editor Design Cover Setting/Lay Out Ukuran buku 372.8 WAG p : Wagino Juari : Sukiri : Dwi Sumpani Wati : Rahmadi : Munanih : 17,6 x 25 cm WAGINO Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan/Wagino, Juari, Sukiri; editor, Dwi Sumpani Wati.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010. viii, 144 hlm.: ilus.; 25 cm Bibliografi: hlm. 132 Indeks Untuk SD/MI kelas I ISBN 978-979-095-005-4 (no. jilid lengkap) ISBN 978-979-095-018-4 (jil. 1m) 1. Olahraga - Aspek Kesehatan - Studi dan Pengajaran (Pendidikan Dasar) I. Judul II. Juari III. SukiriIV. Dwi Sumpani Wati Hak Cipta buku ini dialihkan kepada Kementerian Pendidikan Nasional dari penerbit CV Bina Pustaka. Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2010. Diperbanyak oleh . . . iii kata sambutan Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2009, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional. Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam...

Words: 20961 - Pages: 84